Tampilkan postingan dengan label OFFLINE BUSINESS. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label OFFLINE BUSINESS. Tampilkan semua postingan

Minggu, 17 Januari 2010

Bagaimana Memilih Sebuah Franchise (Waralaba)

Dalam artikel kali ini saya mencoba share pengetahuan tentang bagaimana dalam memilih franchise yang saya baca dari buku karangan Agnes Yo. Mungkin hal ini akan berguna bagi rekan-rekan sekalian yang ingin membangun atau membeli sebuah franchise. Ok langsung saja hal-hal yang mesti anda perhatikan dalam memilih franchise/waralaba diantaranya:

1. Berapa lama usaha tersebut telah berjalan dan berapa lama usaha tersebut diwaralabakan.

2. Kesehatan keuangan dan rekam jejak yang baik atas usaha tersebut. anda bisa mencarinya melalui mesin pencari di internet (www.google.com) maupun dari referensi buku maupun majalah yang berhubungan dengan usaha dan bisnis (salah satunya adalah majalah FRANCHISE). Anda juga jangan melewatkan rubrik opini dan komentar pembaca mengenai franchise tersebut. Anda akan mendapatkan ungkapan jujur mengenai sebuah usaha franchise yang akan anda ikuti.

3. Berapa banyak cabang dari franchise tersebut yang beroperasi. Pehatikan juga penyebaran di daerahnya dan kemana saja ekspansinya.

4. Nilai produk yang diwaralabakan untuk melihat kemampuan bertahan produk/jasa dalam jangka panjang. Anda harus mencermati apakah franchise tersebut akan terpengaruh oleh perguliran teknologi yang senantiasa berganti, seberapa banyak pesaing yang ingin memasuki pasar, dll.

5. Keharusan untuk membeli bahan baku dari pewaralaba. Asal tau saja, ada beberapa pewaralaba mewajibkan terwaralaba membeli bahan baku dibeli dari pihak mereka. Anda harus menghitung, apakah skema ini menguntungkan atau merugikan anda.

6. Jenis promosi yang dilakukan oleh pihak pewaralaba. Anda harus menyimak apakah promosi tersebut sesuai dengan target pasar.

7. Sebaiknya anda melihat lebih dulu contoh kontrak yang akan disetujui. Anda harus mempelajari dengan sungguh-sungguh kontrak tersebut karena sifatnya mengikat.

8. Hitungan rugi atau laba harusnya bisa diproyeksikan secara realistis. Sekedar tambahan saja, biasanya pihak pewaralaba (si empunya franchise) memproyeksikan secara gamblang tentang harga produksi yang harus anda keluarkan dan harga jual terhadap suatu produk, sehingga memungkinkan anda untuk mengetahui berapa keuntungan yang anda peroleh dalam menjual setiap produk.

9. Batasan-batasan pihak pewaralaba untuk kegiatan operasi dan keuangan.

10. Adanya omset yang ditetapkan oleh pihak pewaralaba untuk kegiatan operasi dan keuangan.

11. Batasan-batasan bagi terwaralaba untuk melakukan penyesuaian ataupun modifikasi terhadap sistem yang berlaku.

12. Kebijakan pelatihan yang diberikan oleh pewaralaba kepada terwaralaba, periode dan frekuensinya. Anda harus mencermati ini agar bisa memahami secara baik dan benar.

13. Besarnya dukungan yang dapat diberikan dalam mendukung kegiatan operasional rutin dari usaha waralaba/franchise tersebut.

14. Adakah keperluan investasi tambahan yang signifikan untuk meng-update fasilitas ataupun peralatan dimasa mendatang.

15. Adanya biaya-biaya tambahan yang diperlukan untuk mendapat fasilitas dan dukungan bagi operasional usaha franchise / waralaba di masa mendatang.

16. Pengalaman dan keahlian utama dari pewaralaba dalam bidang usaha yang diwaralabakan.

17. Apakah lisensi franchise dapat dilimpahkan atau dijual kepihak lain.

18. Persyaratan ataupun kondisi untuk mengakhiri sebuah kontrak.

19. Ketentuan mengenai ahli waris apabila pemegang franchise tidak mampu menjalankan usahanya.

20. Kebijakan pemilik waralaba/franchise mengenai berapa banyak franchise yang diperkenankan dalam sebuah teritori untuk mengindari persaingan antar franchise yang memiliki brand yang sama.

21. Apakah jenis franchise memerlukan perlindungan hukum dan asuransi tertentu. Misalnya pembuangan limbah yang berisiko mencemari lingkungan, ataupun kesalahan resep makanan yang berpotensi mengganggu kesehatan konsumen.

Selengkapnya...

Minggu, 10 Januari 2010

McDonald's : Kinerja Melorot, Peringkat akan Melorot

Tak Banyak yang tau kinerja McDonald's mengalami kemerosotan yang serius antara tahun 2001 hingga 2004, meski dalam periode tersebut McDonald's tetap bertengger di Top 10 dalam Fanchise500 versi majalah Etrepreneur di Amerika Serikat. Namun pada tahun 2005 McD makin melorot hingga ke peringkat ke-13 dan tahun 2006 turun lagi menjadi peringkat ke-16. Informasi mengenai kemerosotan kinerja McD diungkap Larry Light mantan Chief Marketing Officer McD 2002-2005. Saham McD pada bulan Maret 1999 mencapai USD 45.31. Di bulan September 2002 menjadi USD 17.66. Pada tanggal 12 Maret 2003 sahamnya melorot lagi kebawah USD 13.

Merosotnya kinerja saham McD "diikuti" dengan melorotnya peringkat raksasa waralaba ini dalam Franchise 500. Yang menarik disini, peringkat mcD dalam Franchise 500 ditahun 2005 dan 2006 terlihat makin buruk (menjadi peringkat ke13 dan ke-16). Padahal saham McD sudah naik menjadi USD 32.06 di akhir 2005 dan USD 34 di akhir 2006. Meski demikian, perlahan tapi pasti, sesudah itu peringkat McD naik kembali hingga mencapai peringkat ke-2 di tahun 2009, mengikuti kinclongnya kinerja saham McD, yang mencapai USD 61 di akhir 2009.

Dari fakta tersebut dapat disimpulkan bahwa kinerja keuangan hanya sebagian dari keseluruhan kriteria pemerigkatan dalam Franchise 500, dan pemeringkatan terkesan agak terlambat dalam memberikan gambaran mengenai pergerakan kinerja keuangan.Hal ini mungkin dikarenakan faktor ekspansi dan peningkatan total omset "menutupi" merosotnya kinerja masing-masing gerai untuk sementara waktu.

Beberapa Kesalahan Utama McDonald's
Berikut ini beberapa kesalahan utama yang diidentifikasi dan berhasil diperbaiki oleh tim manajemen dalam periode 2002-2008 sehingga McD berhasil bangkit dari situasi kritisnya:

1. Kecepatan ekspansi yang terlalu tinggi menjelang tahun 2000. Pembukaan gerai saat itu diperkirakan ekivalen dengan pembukaan satu gerai setiap 4 jam! (hasilnya memang memukau dan menempatkan McD di peringkat atas Franchise 500, namun ternyata pada kecepatan ini McD tidak berhasil menjaga standar kualitas dan kepuasan pelanggan).

2. Terlalu percaya diri dengan standard design gerainya (yang kemudian disadari terlalu kuno, terlalu berorientasi pada anak-anak, serta tidak mengikuti perkembangan persaingan dan perubahan tuntutan pelanggan).

3. Kegagalan memperbaiki kualitas makanan dan minumannya, yang bahkan cenderung terus menurun kualitasnya karena upaya menekan biaya bahan baku dan operasional.

4. Kegagalan membangun kebanggaan para karyawan pada perusahaan dan brand McD.

5. Kegagalan membangun pengalaman positif bagi pelanggan; konon salah satu kejadian yang sering terjadi adalah salah saji (tidak sesuai order) sehingga menimbulkan kejengkelan pada para pelanggan.

6. Beberapa gerai McD bahkan (sulit dipercaya tapi diakui oleh Larry light) memiliki toilet yang sangat jorok dalam periode kritis tersebut.

7. Pembeli bukanlah pelanggan loyal; mereka datang ke McD bukan karena menyukai makanan maupun suasananya, melainkan karena harga murahnya. Ini menyebabkan McD makin terjebak dalam permainan "harga murah" dan gagal menjaga kualitas.

Selain ketujuh hal diatas mereka juga menghentikan kegiatan mengevaluasi kinerja gerai di tengah kemrosotan kinerja itu. Sehingga kegiatan mengevaluasi kinerja gerai ini dilakukan kembali oleh tim kemudian berhasil menyelamatkan "busur emas" ini dari kondisi yang sangat kritis.

Dikutip dari majalah Franchise edisi 12 Desember 2009

Selengkapnya...

ELTAFT: WARALABA BUTIK SEPATU WANITA PERTAMA DI INDONESIA

Eltaft merupakan waralaba butik sepatu wanita pertama di Indonesia. Mulai bermain di bisnis sepatu sejak 2003 dan baru 2009 diwaralabakan. Eltaft menwarkan konsep butik yang bukan sekedar jualan produk sepatu, tetapi juga memberikan service lain seperti repair sepatu dan garansi.

Menurut Erry Priyambodo owner Eltaft, alasan dia mewaralabakan butik sepatunya karena ingin cepat penyebaranya dan brand awarness Eltaft meningkat. Disamping bisnis butik sepatu wanita memiliki prospek bisnis yang besar karena yang diurusi adalah kebutuhan wanita.

Eltaft menurut Erry, merupakan butik yang menjual sepatu merek Eltaft. Dulunya outlet pertama di bogor kemudian pindah di Bekasi. Sekarang Eltaft total sudah punya empat outlet, selain di bekasi ada di Mall Ambasador, CBC Cileduk, dan Depok Town Square. "Tiga outlet terakhir adalah milik franchise" terang Erry.

Erry mengatakan, dalam waktu dekat Eltaft akan buka 2-3 outlet franchise lagi. "Target tahun depan bisa nambah 20 outlet."katanya. Berapa investasinya? Sekitar 50 juta itu sudah termasuk desain, booth dan sepatu. Lokasi usaha yang prospek menurut Erry adalah di mall, shoping center atau tempat yang memiliki traffic tinggi.

Dikutip dari majalah Franchise edisi 12 Desember 2009

Selengkapnya...

Sabtu, 09 Januari 2010

Kimia Farma Targetkan 100 Apotik Franchise Pada 2010

Kimia Farma menargetkan penambahan 100 outlet apotek dengan pola frnechise pada 2010 dan diharapkan dapat berkontribusi terhadap pertumbuhan penjualan dari bisnis apotek sekitar 20% yang pada tahun sebelumnya mencapai Rp. 1,3 Triliun. "Dengan pola lama setiap tahunya kami bisa mengambangkan sekitar 20 outlet, dengan pola waralaba kami harapkan bisa bertambah lagi dengan lebih cepat yaitu 100 outlet per tahun," kata M. Syamsul Arifin, Dirut PT. Kmia Farma di sela pembukaan Franchise & License Expo Indonesia ke-7 di Jakarta Convention Center seperti dikutip dari Antara. Ditambahkan, perusahaanya menargetkan adanya 1.000 apotek dalam lima tahu kedepan. Pengembangan bisnis apotek dengan pola franchise, lanjut dia, akan memperbaiki struktur perusahaannya.

Saat ini, Kimia Farma memiliki 370 apotek dan ke depannya akan labih mendorong penambahan outlet dengan pola franchise dibanding dengan pola kerja sama operasi yang selama ini dilakukannya. Selama 2008, unit usaha apotek telah memberikan kontribusi sebesar 40% terhadap laba usaha dan 30% dari penjualan (Rp. 1,3 triliun).


Dikutip dari majalah Franchise edisi 12 Desember 2009




Selengkapnya...


obamabush

Membangun DNS Server

Pada artikel ini akan membahas bagaimana membangun sebuah server Domain Name Systems atau biasa disebut dengan DNS pada linux Ubuntu (dalam hal ini menggunakan Ubuntu 7.10),[...]
beyone

Membangun Apache Web Server

Apache selama bertahun-tahun menjadi pilihan pengguna linux. Disamping bersifat open source, Apache mudah dikonfigurasi, performa dan keamanan cukup baik, [...]
Guns N 'Roses

Serangan XSS (Cross Site Scripting)

XSS adalah singkatan dari kata Cross-Site Scripting yang artinya script yang dijalankan dengan memanfaatkan perantara. XSS tidak menyerang korban secara langsung namun memanfaatkan perantara untuk melakukannya [...]
ipod

Bagaimana Memilih Sebuah Franchise

Dalam artikel kali ini saya mencoba share pengetahuan tentang bagaimana dalam memilih franchise. Mungkin hal ini akan berguna bagi rekan-rekan sekalian yang ingin membangun atau membeli sebuah franchise.[...]
Guns N 'Roses

Komponen Pembangun Touch Screen

Touch screen merupakan sebuah perangkat keras yang mirip seperti monitor komputer tetapi mempunyai kelebihan dibandingkan monitor biasa. Layar sentuh atau dalam bahasa Inggrisnya Touchscreens, touch screens, touch panels atau touch screen panels adalah [...]
Guns N 'Roses

Media Transmitter Dalam Jaringan Komputer

Melanjutkan artikel saya sebelumnya yang berjudul "Mengenal Perangkat Keras Jaringan", artkel saya kali ini akan membahas media transmitter bagi perangkat keras tersebut. Media penghubung atau transmitter pada suatu jaringan [...]

Live Chat

Followers