Tampilkan postingan dengan label NETWORK. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label NETWORK. Tampilkan semua postingan

Kamis, 08 April 2010

Mendeteksi Adware Tracking Cookie Di Komputer

Beberapa hari yang lalu saya menulis artikel yang berjudul "Mendapatkan Kembali Email dan Facebook yang Terkena Hack" karena account email dan facebook saya waktu itu baru saja terkena hack. Baru beberapa hari saya mengambil alih account tsb, sekitar 4 hari kemudian account email dan FB yang sama kembali terkena hack, malah dia juga nge'hack sampai secondary email saya. Dalam hati saya berkata, busset ni hacker niat bgt sampai nge hack secondary email saya.. :D. Tapi akhirnya semua account2 dapat saya ambil alih kembali.. :beer:

Dari sini saya curiga ada mata2 (Spyware) dalam laptop saya, karena untuk password sudah saya ganti berulang kali dengan kombinasi huruf, angka, dan karakter akan tetapi account2 tersebut tetap dapat di hack. Akhirnya saya mencoba mulai mengganti antivirus karena antivirus yang sebelumnya saya pakai kurang bekerja secara optimal (kurang secure) untuk menjaga keamanan dari jaringan internet. Benar saja setelah menggunakan antivirus yang baru itu dapat mendeteksi malware dalam laptop saya. Akan tetapi usaha saya tidak sampai disitu saja, saya mulai masuk ke registry untuk mencari log2 yang dijalankan oleh malware tersebut. Setelah masuk ke folder berikut:

HKEY_LOCAL_MACHINE/SOFTWARE/MICROSOFT/WINDOWS/RUN

saya mendapati log berikut:

"C:\Documents and setting\All Users\Aplication Data\Findbasic\findbasic137.exe" "C:\Program Files\Findbasic\findbasic.dll" service

Dengan menggunakan mesin pencari Google saya mencari tau tentang "findbasic137.exe" dan akhirnya saya mendapati kalau ternyata "findbasic137.exe" itu merupakan Adware, bisa di cek di www.antispyware.com. Lalu apa itu Adware? Adware adalah suatu program yang tanpa disadari terinstall di PC kita, kemudian menampilkan iklan-iklan yang tidak dikehendaki bahkan cenderung "mengganggu" karena sering muncul (biasanya melalui pop-up window) di saat sedang serius-seriusnya browsing di internet. Tidak hanya itu, Adware juga mengumpulkan informasi pribadi dan mengirimkannya ke situs tertentu untuk kemudian dijual ke para pemasang iklan di internet, sehingga PC kita sering didatangi "para sales" tidak diundang. Hmmm...ini jelas berbahaya karena dia dapat mengumpulkan informasi pribadi kita. Dan langsung saja log yang sebelumnya berada di registry yang berhubungan dengan "findbasic" saya hapus.

Selain menghapus file tersebut dari registry saya mencoba menggunakan sebuah anti Spyware yang bernama SuperAntiSpyware yang dapat di download DISINI untuk memastikan bahwa laptop saya sudah bersih dari Adware "findbasic" tersebut. Setelah mulai melakukan scan menggunakan anti Spyware tersebut saya menemukan lagi Adware berupa " Adware.Tracking Cookie".
Lalu apa itu " Adware.Tracking Cookie"? saya akan coba menjelaskan sedikit tentang tracking cookie ini. Tracking dapat berarti melacak, sedangkan Cookie merupakan data file yang ditulis ke dalam hard disk komputer oleh web server yang digunakan untuk mengidentifikasikan diri user pada situs tersebut sehingga sewaktu user kembali mengunjugi situs tersebut, situs itu akan dapat mengenalinya. Kini, banyak situs web yang mengeluarkan tracking cookie untuk mencuri informasi pribadi seperti kebiasaan ketika berinternetan, username, password , dsb. Informasi ini bisa di share dengan situs lain yang mengincar user-user tertentu untuk target marketing atau suatu tujuan yang lain. Nah dari sini dapat kita garis bawahi bahwa Adware Tracking Cookie ini dapat mencuri informasi berupa username dan password dan saya menganggap bukan tidak mungkin kalau semua account2 Email dan Facebook saya terkena hack karena " Adware.Tracking Cookie".


Referensi: KLIK DISINI dan KLIK DISINI
Sumber gambar: KLIK DISINI
Selengkapnya...

Sekilas Tentang Network Attack

02.57 by BLECKURANT · 1 komentar
Label: ,

Sering setiap hari saya mendapatkan "network attack" pada komputer saya yang kebetulan menggunakan internet security yang bisa mem block network attack atau serangan (trojan atau malware yang lain) dari luar komputer lewat jaringan, bisa jaringan lokal (LAN) atau dari internet. Sekedar iseng dengan rasa keingintauan apa sebenarnya network attack itu akhirnya saya menemukan sebuah tulisan yang mengulas tentang network attack dan akhirnya saya memposting artikel ini yang mungkin dapat menambah pengetahuan bagi temen2. Lalu apa sebenarnya tujuan network attack itu?

Berdasarkan tujuannya maka network attacks dapat dibedakan menjadi beberapa kategori yaitu:

1. Berbahaya - Attack terjadi karena seseorang atau sekelompok orang bermaksud untuk melumpuhkan sistem, mencuri atau memodifikasi data dari sebuah network atau memanfaatkan resource yang dimiliki oleh network sistem yang diserang.

2. Tidak Berbahaya - Attack yang terjadi akibat kelalaian atau ketidak sengajaan seseorang dan tidak sama sekali tidak pernah berniat untuk melakukannya.

Jika dilihat dari tujuan seseorang dalam melakukan attack maka dapat dibedakan menjadi:

1. Kontrol Akses - Attacker ingin menguasai secara penuh akses pada sebuah target. Attacker dapat melakukan apa saja setelah mendapatkan akses penuh pada sebuah target termasuk didalamnya melangsungkan attack berseri ke target lain.

2. Pemanfaatan Resource - Attacker ingin memanfaatkan resource yang tersedia pada sistem atau network seperti CPU dan koneksi internet.

3. Pencurian dan Manipulasi Data - Sistem atau network memiliki data yang diinginkan oleh attacker, data tersebut dapat berupa informasi penting seperti: profil kesehatan seseorang, laporan keuangan, atau rencana kerja sebuah perusahaan.

4. Merusak atau Menghancurkan - Attacker bermaksud merusak atau menghancurkan sebuah sistem atau network. Biasanya attack yang seperti ini didasarkan oleh alasan personal atau permintaan orang lain.

5. Just for Fun - Dalam beberapa kasus, seringkali ditemukan attacker hanya bermaksud untuk pamer dikomunitasnya dengan melakukan attack pada sistem atau network yang terkenal.

UNTUK MEMPELAJARI LEBIH JAUH TENTANG NETWORK ATTACK SILAHKAN LANGSUNG SAJA BACA DARI SUMBERNYA DISINI

Referensi: http://corebsd.or.id/papers/obsoletes/draft-network-attacks.pdf
Sumber gambar: KLIK DISINI
Selengkapnya...

Sabtu, 06 Maret 2010

Media Transmisi Tanpa Kabel (Wireless)

04.19 by BLECKURANT · 6 komentar
Label: ,

Pada artikel sebelumnya saya telah membahas tentang Media Transmitter Dalam Jaringan Komputer yang isinya mengulas tentang media transmitter dalam jaringan komputer menggunakan media kabel. Pada kesempatan kali ini saya akan melanjutkan artikel tersebut dengan membahas tentang media transmitter menggunakan wireless atau tanpa kabel. Untuk saat ini ada beberapa media transmitter tanpa kabel, diantaranya ada bluetooth, infra red, gelombang radio, gelombang mikro, dll.

1. Bluetooth
Bluetooth adalah sebuah teknologi komunikasi wireless (tanpa kabel) yang beroperasi dalam frekuensi 2,4 GHz unlicensed ISM (Industrial, Scientific and Medical) dengan menggunakan sebuah frequency hopping tranceiver yang mampu menyediakan layanan komunikasi data dan suara secara real-time antara host-host bluetooth dengan jarak jangkauan layanan yang terbatas. Dari sini dapat kita tangkap bahwa jangkauan pengiriman data menggunakan bluetooth memiliki jarak yang lumayan pendek dan kemampuan transfer data yang lebih rendah jika dibanding dengan frekuensi radio.

Pada dasarnya bluetooth diciptakan bukan hanya menggantikan atau menghilangkan penggunaan kabel didalam melakukan pertukaran informasi, tetapi juga mampu menawarkan fitur yang baik untuk teknologi mobile wireless dengan biaya yang relatif rendah, konsumsi daya yang rendah, interoperability yang menjanjikan, mudah dalam pengoperasian dan mampu menyediakan layanan yang bermacam-macam.

2. Infra red

Dalam kehidupan sehari-hari sinar inframerah digunakan pada remote televisi. Remote TV mentransmisikan kode instruksi yang dibawa oleh sinar inframerah yang nantinya akan diterjemahkan oleh receiver dalam TV. Suatu jaringan nirkabel yang menggunakan cara yang seperti di atas untuk mentransmisikan data-data.

3. Gelombang Radio Narrow-Band
Gelombang Radio Narrow-Band disebut juga dengan Gelombang Radio Frekuensi Tunggal karena pada medium pentransmisiannya menggunakan gelombang radio berfrekuensi tunggal untuk mentransmisikan data. Adapun dalam penggunaannya gelombang ini dapat menempuh jarak yang lebih jauh dari pada sinar inframerah. Hal ini dikarenakan gelombang radio dapat memantul melalui dinding, gedung, bahkan atmosfer bumi. Tetapi gelombang radio ini tidak dapat menembus dinding yang terbuat dari besi.

4. Gelombang Radio Spread Spectrum
Transmisi data menggunakan gelombang radio spread spectrum dikembangkan oleh angkatan bersenjata untuk memecahkan beberapa masalah komunikasi dengan gelombang radio. Dalam teknik ini gelombang radio menggunakan beberapa frekuensi untuk mentransmisikan data. Spread spectrum memiliki ketahanan yang lebih tinggi terhadap gangguan dari luar dibandingkan dengan teknik gelombang radio frekuensi tunggal.

5. Gelombang Mikro (microwave)
Penggunaan media penghubung dengan microwave (gelombang mikro) memiliki kelebihan pada jaraknya yang tidak terbatas. Terdapat dua jenis teknik transmisi microwave, yaitu:

a. Terrestrial Microwave

Pada teknik Terrestrial Microwave menggunakan transmitter dan receiver yang terdapat di bumi. Jaringan telepon antar kota yang biasanya menggunakan menara relay adalah salah satu contoh penggunaan gelombang mikro jenis terestrial. Untuk mentransmisikan gelombang mikro biasanya digunakan antenna parabola yang menghasilkan sinyal terpusat. Antena parabola juga digunakan pada penerimanya. Pengaturan letak antena parabola yang akan digunakan sebagai transmitter dan receiver pada teknik ini harus diperhatikan, mengingat sifat dari sinyal yang dipancarkan adalah terpusat dan bukan tersebar. Terrestrial microwave memiliki bandwidth antara 1-10 Mbps dan biasanya beroperasi pada frekuensi antara 4-6 GHz dan 21-23 GHz.

b. Satellite Microwave

Pada teknik ini menggunakan satelit komunikasi yang berada di ruang angkasa sebagai relaynya. Tiap-tiap stasiun di bumi menggunakan antena parabola untuk berkomunikasi dengan satelit. Satelit berfungsi mentransmisikan kembali sinyal-sinyal yang dipancarkan oleh stasiun yang berbeda. Apabila stasiun yang dituju letaknya berlawanan dengan letak satelit yang digunakan sebagai relay, maka satelit tersebut akan memancarkan sinyal ke satelit lainnya yang letaknya tidak berlawanan dengan stasiun tujuan. Karena jarak yang ditempuh oleh suatu sinyal yang ditransmisikan dari bumi (station transmitter) menuju satelit dan kembali lagi menuju bumi (satelit receiver) sangat jauh, maka terdapat propagation delay yang berkisar antara 0,5 hingga 5 detik. Gelombang mikro ini beroperasi pada frekuensi antara 11-14 GHz dengan bandwidth antara 1-10 Mbps.

Bibliography:
(2007). Tentang Bluetooth. (online). http://forums.marsudirini-bks.sch.id/free-for-all/tentang-bluetooth/. [06 Maret 2010]

(2009). Media Trasnmisi Wireless. (online). http://very_sa.students-blog.undip.ac.id/2009/06/20/media-transmisi-nirkabel/comment-page-1/. [06 Maret 2010]

Selengkapnya...

Kamis, 28 Januari 2010

Media Transmitter dalam Jaringan Komputer

19.02 by BLECKURANT · 3 komentar
Label: ,

Melanjutkan artikel saya sebelumnya yang berjudul "Mengenal Perangkat Keras Jaringan", artkel saya kali ini akan membahas media transmitter bagi perangkat keras tersebut. Media penghubung atau transmitter pada suatu jaringan terdapat dua tipe yakni media penghubung berupa kabel atau bisa disebut Wire dan media penghubung tanpa kabel atau bisa disebut Wireless.

Media Penghubung kabel (wire):
1. UTP (unshielded twisted pair).

Kabel twisted pair pertama digunakan pertama kali pada tahun 1881 oleh perusahaan telkom bell. Pada awal 1900 semua jaringan telepon di Amerika menggunakan twisted pair. Salah satu kabel twisted pair adalah UTP atau unshileded twisted pair. Unshielded berarti dalam kabel ini tidak terdapat shield/pelindung yang membuat tingkat fleksibilitas yang tinggi dan juga daya tahanya lebih kuat.

Kabel UTP merupakan kabel berbahan dasar tembaga yang paling umum digunakan dalam membangun jaringan local (LAN) dan jaringan yang menggunakan teknologi Ethernet (Apa itu Ethernet? tunggu artikel saya berikutnya :D ).

Adapun keuntungan menggunakan kabel UTP adalah:
1. Tipis, lebih tipis dari pada kabel Coaxial sehingga mudah dibentangkan dan ditempelkan ke tembok.
2. Karena ukurannya yang relatif "kecil", UTP tidak mudah memenuhi tempat pengkabelan.
3. Harganya relatif "murah" jika dibandingkan dengan kabel LAN yang lainnya.

Sebenarnya kabel UTP terdiri dari beberapa kategori namun kabel UTP yang biasa dipakai dalam jaringan lokal (LAN) adalah kabel UTP kategori 5 (cat-5). Dimana kabel UTP cat-5 ini memiliki kecepatan transfer data dan suara sebesar 100 Mbps dan sudah distandardisasi oleh Electronic Industries Alliance (EIA) dan Telecommunication Industry Association (TIA) yang dapat mendukung jaringan Ethernet (10BaseT), Fast Ethernet (100BaseT), hingga Gigabit Etheret (1000BaseT).


2. STP (Shielded Twisted Pair)



Shielded Twisted Pair (STP) merupakan salah satu jenis dari kabel twisted pair selain UTP, berbeda dengan kabel UTP kabel STP menggunakan teknik shielding (pembungkusan), cancellation, dan twisting of wires. STP memberikan ketahanan dari interferensi elektromagnetik dan interferensi frekuensi radio tanpa menunjukkan penambahan berat atau ukuran kabel yang signifikan.

Kabel STP memiliki harga yang lebih mahal dibandingkan dengan UTP. Tidak seperti kabel Coaxial, Masing-masing kabel pada STP dibungkus oleh metallic foil. STP mengurangi gangguan elektronik dengan cara memilin kabel secara berpasangan (pair coupling). STP juga dapat mengurangi gangguan elektronik dari luar kabel, seperti electromagnetic interference (EMI) dan radio frequency interference (RFI).

Adapun karakteristik dari kabel STP adalah:
1. Speed dan Throughput: 10 – 100 Mbps
2. Harga: lebih mahal dibandingkan UTP
3. Ukuran media dan konektor : medium to large
4. Panjang kabel maksimum: 100 m
5. Biasanya digunakan untuk instalassi Token Ring.

3. Kabel Coaxial


Kabel Coaxial merupakan kabel yang terdiri dari konduktor yang dikelilingi dengan spacer yang berfungsi sebagai insulator. Kemudian dikelilingi lagi oleh penutup konduktor dan terakhir di tutup lagi oleh lapisan yang disebut jacket.

Kegunaan kabel coaxial adalah untuk melakukan transmisi data kecepatan tinggi dan juga digunakan untuk membagi sinyal broadband atau sinyal frekuensi tinggi. Kabel coaxial biasa kita temui pada barang2 elektronik misalnya antena TV, dll atau jika digunakan dalam jaringan LAN biasanya pada Topologi Bus, meskipun sampai saya saat menulis artikel ini belum pernah melihat jaringan LAN yang menggunakan kabel coaxial (Maklum masih newbie :D ) kebanyakan yang saya temui pada jaringan LAN menggunakan kabel UTP. Kesulitan utama dari penggunaan kabel coaxial adalah sulit untuk mengukur apakah kabel coaxial yang dipergunakan benar-benar matching atau tidak. Karena kalau tidak benar-benar diukur secara benar akan merusak NIC (Network Interface Card) yang dipergunakan dan kinerja jaringan menjadi terhambat, tidak mencapai kemampuan maksimalnya.

Kelebihan Kabel Coaxial:

1. Dapat digunakan untuk menyalurkan informasi sampai dengan 900 kanal telepon

2. Dapat ditanam di dalam tanah sehingga biaya perawatan lebih rendah

3. Karena menggunakan penutup isolasi maka kecil kemungkinan terjadi interferensi dengan sistem lain

Kelemahan Kabel Coaxial:

1. Mempunyai redaman yang relatif besar, sehingga untuk hubungan jarak jauh harus dipasang repeater-repeater

2. Jika kabel dipasang diatas tanah, rawan terhadap gangguan-gangguan fisik yang dapat berakibat putusnya hubungan.


4. Kabel Fiber Optic
Kabel fiber optic merupakan kabel jaringan yang bekerja dengan mentransmisikan gelombang cahaya. Di bandingkan dengan kabel jenis lainnya, kabel ini lebih mahal dalam hal harganya. Namun, fiber optic memiliki jangkauan yang lebih jauh dari 550 meter sampai ratusan kilometer, tahan terdahap interferensi elektro magnetic dan dapat mengirim data pada kecepatan yang lebih tinggi dari jenis kabel lainnya. Kabel fiber optic tidak membawa sinyal elektrik, seperti kabel lainnya yang menggunakan tembaga untuk pentrasmisiannya. Sebagai gantinya , sinyal yang mewakili bit tersebut di ubah ke bentuk cahaya yang ditransmisikan menggunakan serat optic.

a. Core : kaca tipis atau bisa disebut serat optic dimana cahaya berjalan.
b. Cladding: kaca yang mengelilingi core yang merefleksikan cahaya untuk kembali ke dalam core.
c. Coating / Buffer: pembungkus plastik yang melindungi fiber dari kerusakan dan gangguan.

MODE TRASMISI FIBER OPTIC:

1. SINGLE MODE
a. Cahaya berjalan sepanjang core tanpa refleksi.
b. Menyalurkan hanya satu gelombang cahaya.
c. Diameter core kecil ( 9 micron).



2. MULTI MODE (TIPE 1)
a. Core memilki refractive index yang uniform
b. Gelombang cahaya berjalan sepanjang core , di refleksikan oleh cladding
c. Dapat enyalurkan beberapa cahaya dengan gelobang yang berbeda multi mode
d. Diameter core besar ( 62,5 micron)



3. MULTI MODE (TIPE 2)
a. Refractive index dari core berubah secara gradual ( makin jauh dari inti makin kecil refractive index)
b. Gelombang cahaya berjalan sepanjang core , terjadi refraksi.
c. Dapat menyalurkan beberapa cahaya dengan gelobang yang berbeda.
d. Diameter core besar ( 62,5 micron).


UNTUK MEDIA TRANSMISI WIRELESS SILAHKAN BACA ARTIKELNYA DISINI


--artikel diatas dirangkum dari berbagai sumber dengan dilakukan penambahan pengeditan seperlunya--
Selengkapnya...

Rabu, 27 Januari 2010

Mengenal Perangkat Keras Jaringan

13.40 by BLECKURANT · 0 komentar
Label: ,

Bagi sebagian orang mungkin belum mengetahui apa saja komponen perangkat keras pada suatu jaringan komputer. Dalam artikel ini saya akan mengulas tentang perangkat keras yang berhubungan dengan jaringan komputer diantaranya terdapat Network Interface Card (NIC), Hub, Switch, Bridge, Router, dan Repeater. Selain itu juga terdapat perangkat yang berfungsi sebagai media penghubung untuk perangkat keras tersebut yakni terdapat media kabel (Wire) misalnya Kabel UTP (Unshielded Twisted Pair), Coaxial, Fiber Optik selain itu juga terdapat media penghubung nirkabel/tanpa kabel (Wireless).

Network Interface Card (NIC)

Network Interface Card atau biasa disingkat dengan NIC yang merupakan sebuah hardware komputer yang didesain untuk memungkinkan komputer dapat berkomunikasi menggunakan jaringan. NIC memungkinkan adanya akses fisik ke media jaringan dan menyediakan sistem addressing low-level melalui penggunaan MAC Address dan Setiap NIC mempunyai MAC address yang unik yang diberikan masing-masing kepadanya. Dengan NIC memungkinkan user untuk menghubungkan antara komputer satu dengan komputer yang lainnya menggunakan media kabel atau wireless. Kita liha gambar diatas gambar bagian atas adalah NIC untuk media kabel atau NIC Wired dan gambar bagian bawah adalah NIC untuk media tanpa kabel atau NIC Wireless.


Hub


Hub merupakan sebuah perangkat keras yang mengandung berbagai jenis port yang menjadi central connection point atau menjadi titik sentral dalam jaringan komputer dengan topologi star network. Jadi jika dalam suatu jaringan Hub tidak berfungsi atau mati maka seluruh jaringan akan tidak berfungsi. Untuk gambaran sistem kerja dari Hub sendiri adalah sebagai berikut, ketika sebuah paket data dikirim dari salah satu port maka paket data tersebut akan di Broadcast untuk mencari alamat yang dituju dari paket data tersebut dan bersifat half-duplex yang artinya sebuah port dapat mengirim dan menerima data pada waktu tertentu saja dan bukan dalam waktu yang bersamaan. Setelah di lakukan broadcast oleh Hub maka akan menemukan salah satu port yang menjadi tujuan dari pengiriman paket data dan baru setelah itu terjadi koneksi point-to-point diantara kedua port tersebut.

Switch

Switch sebenarnya hampir mirip dengan Hub namun perbedaannya adalah Switch bersifat full-duplex yang artinya sebuah port dapat mengirim dan menerima data secara bersamaan, selain itu Switch dalam melakukan pengiriman data tidak melakukan broadcast untuk mencari alamat port yang dituju namun data yang dikirim langsung menuju kepada alamat port yang dituju. Dari keterangan ini dapat disimpulkan bahwa Switch lebih unggul jika dibandingan dengan Hub, namun menurut sepengetahuan saya harga Switch lebih mahal dari pada Hub.


Bridge
Sesuai dengan namanya Brdge adalah sebuah "jembatan". Kenapa demikian karena Bridge dapat melewatkan paket antar jaringan yang memiliki protocol layer 2 yang berbeda. Bridge terjadi pada layer data link, yang mengontrol dasar flow, mengatasi error, transmisi, menggunakan pengalamatan fisik, dan mengatur akses ke media fisik. Jadi bridge merupakan penjembatan antar dua jaringan atau lebih. Selain itu Bridge dapat memperbaiki perfomansi jaringan karena mengeliminasi trafik yang tidak perlu dan mengurangi kemungkinan terjadinya collision. Bridge membagi trafik ke dalam segmen dan memfilter trafik berdasarkan MAC Address. Bridge menganalisa frame yang datang dan memutuskan untuk meneruskan frame sesuai informasi dalam frame tersebut ke tujuan yang di inginkan. Bridge mengambil keputusan apakah akan meneruskan paket atau tidak berdasarkan MAC address tujuan.

Bridge dapat dibagi menjadi 3 tipe dasar:
1. Local bridge : Menghubungkan LAN secara langsung.
2. Remote bridges: dapat digunakan untuk membuat link wide area network (WAN) atar LAN yang ada.
3. Wireless bridge : Bisa digunakan untuk menggabungkan LAN atau menghubungkan LAN atau menghubungkan workstation remote ke sebuah LAN.


Router

Router merupakan perangkat jaringan yang bertugas mem-forward paket data sepanjang jaringan menggunakan header dan tabel forwarding sehingga bisa menentukan rute terbaik untuk transportasi data. Router bekerja pada layer ke-3 OSI atau pada layer Network pada mdel TCP/IP. Router juga menyediakan interkoneksi antara media dengan cara meneliti header dari paket data dan memutuskan ke bagian mana paket data tersebut akan dikirim.

Repeater

Repeater merupakan perangkat keras yang bertugas menerima sinyal kemudian meneruskannya pada level yang lebih tinggi atau dengan daya yang lebih besar. Atau bisa juga meneruskan ke sisi lain sebuah penghalang sehingga sinyal dapat disalurkan ke tempat yang jauh tanpa adanya degradasi. Karena repeater bekerja dengan sinyal fisik dan tidak berusaha melakukan interpretasi data, repeater akan beroperasi pada layer Physical yang merupakan layer paling atas pada model OSI.

--Artikel diatas dirankum dari berbagai sumber dengan penambahan dan pengeditan seperlunya--

UNTUK ULASAN MENGENAI MEDIA PENGHUBUNG DALAM JARINGAN KOMPUTER SILAHKAN BACA ARTIKEL SAYA "MEDIA PENGHUBUNG DALAM JARINGAN KOMPUTER"
Selengkapnya...


obamabush

Membangun DNS Server

Pada artikel ini akan membahas bagaimana membangun sebuah server Domain Name Systems atau biasa disebut dengan DNS pada linux Ubuntu (dalam hal ini menggunakan Ubuntu 7.10),[...]
beyone

Membangun Apache Web Server

Apache selama bertahun-tahun menjadi pilihan pengguna linux. Disamping bersifat open source, Apache mudah dikonfigurasi, performa dan keamanan cukup baik, [...]
Guns N 'Roses

Serangan XSS (Cross Site Scripting)

XSS adalah singkatan dari kata Cross-Site Scripting yang artinya script yang dijalankan dengan memanfaatkan perantara. XSS tidak menyerang korban secara langsung namun memanfaatkan perantara untuk melakukannya [...]
ipod

Bagaimana Memilih Sebuah Franchise

Dalam artikel kali ini saya mencoba share pengetahuan tentang bagaimana dalam memilih franchise. Mungkin hal ini akan berguna bagi rekan-rekan sekalian yang ingin membangun atau membeli sebuah franchise.[...]
Guns N 'Roses

Komponen Pembangun Touch Screen

Touch screen merupakan sebuah perangkat keras yang mirip seperti monitor komputer tetapi mempunyai kelebihan dibandingkan monitor biasa. Layar sentuh atau dalam bahasa Inggrisnya Touchscreens, touch screens, touch panels atau touch screen panels adalah [...]
Guns N 'Roses

Media Transmitter Dalam Jaringan Komputer

Melanjutkan artikel saya sebelumnya yang berjudul "Mengenal Perangkat Keras Jaringan", artkel saya kali ini akan membahas media transmitter bagi perangkat keras tersebut. Media penghubung atau transmitter pada suatu jaringan [...]

Live Chat

Followers